FIELD TRIP–ANTARA PENGALAMAN BARU DENGAN PEMBELAJARAN MENYENANGKAN

Share Infomasi :

Field Trip Education to Kampong Bamboo — Villa Kancil

Field trip merupakan proses pembelajaran yang dilakukan di luar sekolah sebagai penunjang pengetahuan siswa.

Setelah bersabar selama pandemi,kegiatan field trip kembali dilaksanakan. Kegiatan field trip kali ini dilaksanakan ke Villa Kancil dan Kampong Bamboo. Villa Kancil untuk siswa kelas 1, 2, dan 3. Sementara siswa kelas 4, 5, dan 6 melaksanakan field trip ke Kampong Bamboo.

Serunya Field Trip di Villa Kancil

Dalam edukasi ini, selain siswa belajar sambil bermain, mereka juga berinteraksi dengan alam serta menambah pengalaman baru yang tentunya sangat menyenangkan.

Haruskah Field Trip?

Dunia pengetahuan dan wawasan yang sangat luas menuntut penyelenggara pendidikan memberikan serta menjadi media perantara bagi peserta didik untuk mampu mengenal lebih luas wawasan di luar lingkungan sekolah.

Melalui field trip siswa diajak mengalami pengalaman baru, berpikir kreatif, serta mengasah kemampuan kognitif dan afektif siswa.

Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berpikir–sejauh mana siswa mampu memecahkan masalah. Dalam hal ini terbentuk dalam tantangan game yang cukup melatih kemampuan berpikir siswa juga kemampuan fisik siswa.

Begitu pun dengan aspek afektif, melalui kegiatan field trip ini mampu mengasah perilaku siswa, terutama melatih:

  • melawan rasa takut
  • kemampuan berkaitan dengan minat siswa untuk mencoba hal baru
  • kekompakan bersama tim baru
  • kemampuan mengontrol emosi

Manfaat Field Trip

Selain mengasah kemampuan kognitif fan afektif siswa, field trip memiliki manfaat:

  • mengajak siswa mengenal lingkungan lebih dekat
  • memberikan pengalaman yang nyata
  • merangsang minat siswa
  • melatih memiliki sikap objektif dan terbuka terhadap lingkungan

Asyiknya Melewati Rintangan dan Tantangan di Kampong Bamboo

Banyak hal yang dapat diperoleh siswa dari kegiatan field trip ini. Salah satu di antaranya, yaitu implementasi dengan pembelajaran. Sebagai contoh:

  1. Siswa mampu menganalisis penerapan materi di lingkungan sekitar mereka. Misalnya, ketika menaiki flying fox, secara langsung mereka menerapkan gaya gravitasi
  2. Ketika melakukan suatu tantangan melalui kegiatan out bond yang sebelumnya belum pernah dicoba, siswa termotivasi untuk terus belajar, karena mereka merasa terbebaskan untuk berkreasi dan mengekspresikan dirinya.
  3. Melatih dan menerapkan prinsip kerjasama dalam berkelompok. Hal ini terjalin karena dalam melewati setiap tantangan, kerjasama merupakan salah satu hal penting agar tim mereka mampu melewati setiap tantangan yang harus diselesaikan.

Inilah Keseruan Kami …

Masya Allah … serunya …

Semoga di semester genap nanti Allah Swt. masih memberikan keberkahan kesehatan dan umur yang panjang, ya, Sahabat Adzkar agar kita dapat kembali melaksanakan field trip dan kembali menciptakan keseruan.aamiin

Author

Rani Setiani Purnawangsih

Guru yang satu ini hobi menulis dan membaca. Di awal kelulusan, perhatiannya sempat terfokus pada dunia editing naskah buku umum Islami dan proofreader untuk bacaan kategori anak di dua perusahaan penerbitan di kota Bandung dari awal 2010 hingga 2017, sebelum akhirnya kembali memutuskan ke dunia pendidikan sebagai tenaga pengajar di salah satu sekolah full day di Bandung Barat. Selain itu, hobinya menulis menjadikannya untuk terus belajar membuat karya dalam sebuah buku. Buku solo pun sudah berhasil diterbitkannya dan 5 buku antalogi.

Comments are closed.
Maret 2024
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Tim Support kami akan menjawab pertanyaan bapak/ibu
WeCreativez WhatsApp Support
Info
Raudhatul Athfal (RA)
Available
WeCreativez WhatsApp Support
Info
Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Available